Pitch Deck

Hallo gaess… J

Kembali lagi nih ges di blog gw, blog kewirausahaan yang ditujukkan untuk memenuhi tugas perkuliahan kwh. Kali ini gw akan membahas tentang apa itu Pitch Deck? Dan bagaimana mewujudkan ide bisnis melalui Pitch Deck?. Sebelum saya membahas bagaimana tips dan trick menjalankan sebuah bisnis melalui Pitch Deck, saya akan membahas tentang pengertian, tujuan dan manfaat dari Pitch Deck.

Istilah pitching dalam suatu perencanaan atau pengembangan sebuah ide bisnis atau startup biasanya digunakan untuk menginformasikan atau mempresentasikan sebuah ide bisnis kepada calon investor. Sedangan Pitch Deck biasanya didefinisikan ataupun diartikan sebagai presentasi singkat yang menggambarkan rencana bisnis dari sebuah bisnis atau starup. Pitch deck mempunyai peran yang sangat penting, bahkan biasanya dianalogikan sebagai sebuah ‘senjata” yang digunakan seorang founder dari sebuah ide bisnis untuk menjamin kesuksesan implementasi ide tersebut menjadi sebuah riil bisnis atau startup. Tujuan umum dari penyusunan pitch deck, yakni digunakan untuk menginformasikan atau melempar sebuah ide bisnis kepada calon pengguna (customer), co-founder (mitra bisnis), mitra usaha atau pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu atau menunjang pengembangan dari sebuah ide bisnis, maka pitch deck dapat digunakan di setiap tahapan siklus bisnis atau startup. Pada pembahasan kali ini, penyusunan pitch deck hanya difokuskan pada tujuan menginformasikan bisnis atau starup kepada calon investor saja, dimana investor yang dimaksud adalah “institution investor”. (tidak termasuk anggel investor). Agar tujuan penyusunan sebuah pitch deck dapat dicapai secara optimal, maka perlu diperhatikan beberapa unsur-unsur pendukung sebuah pitch deck. Pada umumnya, unsur-unsur yang terdapat disebuh pitch deck adalah sebagai berikut;

1.      Cover

Bagian ini adalah yang terpenting dalam pitch deck, Dimana bagian ini menampilkan “Kesan Pertama” dari bisnis anda. pada bagian cover ini harus dapat “menarik perhatian” sehingga menimbulkan keingin audience untuk mengikuti presentasi lebih lajut”. Sampaikan “pernyataan pertama yang mengesankan / magic word” yang mengambarkan ide bisnis atau anda/perusahaan (penjelasan singkat tentang ide bisnis, produk atau perusahaan, siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan apa yang ingin Anda lakukan).

 

2.      Problem

Bagian ini menguraikan atau mengilustrasikan dengan jelas problem atau masalah yang ada, dengan menengahkan;

·         Aktivitas yang biasa dilakukan masyarakat.

·         Kesulitan yang mereka alami ketika melakukan aktivitas tersebut.

·         Seberapa besar masalah tersebut.

·         Kenapa masalah tersebut tersebut bisa terjadi.

·         Seberapa besar keinginan masyarakat untuk keluar dari masalah tersebut.

3.      Solution

Bagian ini berhubungan erat dengan unsur kedua, yang mnjelaskan solusi yang ditawarakan untuk mengatasi masalah (unsur 2) yang ada.

·         Jelaskan secara singkat solusi yang ditawarkan.

·         Jelaskan bagaimana produk atau jasa yang ditawarkan mengambil peran dalam solusi yang ditawarkan.

·         Jelaskan bagaimana customer anda lebih baik dengan mempergunaka produk atau jasa yang anda tawarkan.

4.      Market size

Bagian ini menengahkan bahwa bisnis anda mempunyai market atau pasar (marketable).

·         Siapa calon customer produk atau jasa.

·         Seberapa besar potensi pasar yang ada atau mungkin ada.

·         Segmen pasar mana yang dituju.

5.      Product

Bagian ini menjelaskan produk atau jasa yang di tawarkan secara singkat dan jelas.

·         Jelaskan benefit (manfaat) produk atau jasa.

·         Jelaskan dua atau tiga fungsi produk atau jasa yang dalam mengatasi problem yang ada.

·         Tegaskan keunikan produk atau jasa anda.

·         Tampilkan testimony jika ada.

6.      Business model

Investor mau berinvestasi di suatu bisnis, bukan karena mereka menyukai pribadi foundernya atau product yang ditawarkan, namun karena mereka percaya bahwa visi dan team anda mampu memperlihatkan “market opportunity” dan menghasilkan “return on investment” dari bisnis yang anda tawarkan, sebagai berikut:

·         Market and customer segment

·         Operating cost structure

·         Revenue streams

·         Pricing model (Freemium model, Sbscription, One-time pay models, Payas you go model, etc)

·         Sales and distribution channels

·         Key partner and activities

·         Gross margin, dsb

7.      Go to market

Jelaskan bagaimana perencanaan dari bisnis yang ditawarkan untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan seperti apa proses penjualannya. Gambarakan dengan ringkas dan jelas taktik (strategi) utama yang ingin di gunakan;

·         Jelaskan target market (gunakan fitur demografis dan psikografis untuk menunjukkan dengan tepat target yan dibidik)

·         Jelaskan strategi pemasaran

·         Jelaskan chanel (distribusi) yang akan digunakan

·         Jelaskan metode untuk meningkatkan penjualan

8.      Competition

Jelaskan bagaimana kondisi persaingan yang dihadapi? Buatkan peta persiangan yang ada (posisi, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang mereka miliki). “Fokus utama pada apa yang membedakan Anda dari pesaing dan kelebihan apa yang Anda miliki dari mereka” (kemitraan, teknologi, kekayaan intelektual, kesederhanaan, proses bisnis, jaringan dan lain-lain). Jelaskan dengan singkat;

·         Competitor Landscape (siapa competitor utama maupun competitor lainnya dan bagaimana atau strategi persaingan yang mereka gunakan)

·         Perbedaan dan keunikan dalam bisns anda dalam persaingan

·         Keunikan penjualan, dsb

9.      Traction

Traction adalah suatu pembuktian bahwa ide bisnis atau bisnis yang ditawarkan mempunyai nilai ekonomis atau potensial untuk dapat dikembangkan dengan baik dengan cara :

·         Sales : (jika sudah ada).

·         Other metrics : seperti transaksi atau pertumbuhan penjualan, dsb.

·         Forecast/projection : data-data yang sebenarnya terjadi dipasar.

·         Milestones : Berupa pencapain jangka pendek dari suatu perencanaan jangka panjang bisnis Anda.

·         Emotional validation : mitra bisnis atau customer review

10.  Team

Jelaskan mengapa Anda dan atau tim Anda adalah orang yang tepat dan kompeten untuk menjalankan ide bisnis yang anda rencanakan, sebagai berikut :

·         Pengalaman.

·         Keahlian, dsb yang menjadi ‘kekuatan’ team.

11.  Call for action

Buatlah pernyataan secara singkat namun jelas mengenai apa yang dibutuhkan (tujuan utama) bisnis anda saat ini, sebagai berikut:

·         Seberapa besar dana yang anda butuhkan?.

·         Untuk apa?.

·         Bagaimana kerjasama?.

12.  Close

Pada slide penutup ini, cantumkan;

·         Nama dan logo starup Anda.

·         Contact atau bagaimana cara menghubungi anda atau tim anda.

·         Cantumkan kembali “pernyataan pertama yang mengesankan” dari ide bisnis atau perusahaan Anda.

Setelah kita membahas entang unsur-unsur yang ada di dalam Pitch Deck, kita akan membahas bagaimana tips penyusunan Pitch Deck, yaitu:

1)      Buat pitch deck yang terdiri atas 10-15 slide

Saat melihat sebuah pitch deck, seorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari suatu produk atau jasa yang dipresentasikan. Anda boleh saja menyiapkan sebanyak mungkin data untuk menunjang presentasi, namun jadikan data tersebut sebagai lampiran (appendix). Anda bisa menunjukkan data atau slide tambahan tersebut ketika sang investor meminta.

 

2)      Pahami materi Pitch Deck dengan baik

Para investor ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir para founder dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana menghubungkannya dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.

3)      Gunakan huruf yang mudah terbaca

Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk atau ide bisnis yang akan dikembangkan. Karena itu, sebaiknya sebuah pitch deck disusun dengan mengunakan ukuran font yang cukup besar (diatas 24) dan mengetengahkan point-point pentingnya saja.

4)      Hindari penggunaan kata yang rumit dan bertele-tele

Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu di lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah dipresetasikan.

5)      Pelajari Pitch Deck dari perusahaan lain

Bagi founder yang baru pertama kali mendirikan startup, ada baiknya untuk mempelajari pitch deck yang buatan perusahaan lain, dan sukses mengantarkan pembuatnya mendapatkan pendanaan besar. Tidak perlu meniru seluruhnya, tapi cukup melihat cara mereka menampilkan data, lalu sesuaikan dengan kondisi startup Anda.

terima kasih yang sudah singgah dan menyempatkan blog saya... semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan maaf jika ada salah-salah kata dalam pembuatan blog ini :))))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bussiness Model Canvas (BMC)

Marketing Insight - Apa dan Bagaimana